Dzikir Pada Waktu Pagi
Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang
Dari Anas bin Malik رَضيَ اللهُ عَنْهُ ia berkata: “Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah [1]
Imam Ibnu Qayyim رَحِمَهُ ٱللَّٰهُ berkata: “Waktunya yaitu antara Shubuh hingga terbit matahari, dan antara ‘Ashar hingga terbenam matahari.”
Dalil dari al-Qur-an tentang Dzikir Pagi dan Petang
“Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah kepada Allah, dengan mengingat ( nama-Nya) sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab [33]: 41-42)
Al-Jauhari (seorang ahli bahasa Arab) berkata: (أَصِيلاً) artinya, waktu antara ‘Ashar sampai Maghrib.”
“Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Rabb-mu pada waktu petang dan pagi.” (QS. Al-Mu’min [40]: 55)
(الْإِبْكَار) artinya, awal siang hari, sedangkan (الْعَشِيُّ) artinya, akhir siang hari.
Allah ﷻ berfirman:
“Maka bersabarlah engkau (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam”. (QS. Qaaf [50]: 39)
Ini merupakan penafsiran dari apa yang disebutkan dalam beberapa hadits Rasulullah ﷺ, bahwa siapa yang mengucapkan begini dan begitu pada pagi dan petang hari…, maksudnya adalah sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, yaitu memulai amalan ini sesudah shalat Shubuh dan sesudah shalat Ashar. [2]
Keutamaan duduk berdzikir sesudah shalat subuh sampai terbit matahari
Jabir bin Samurah رَضيَ اللهُ عَنْهُ berkata:
“Bahwasanya Nabi ﷺ jika telah selesai shalat Subuh, beliau duduk (berdzikir) di tempat shalatnya sampai matahari terbit agak tinggi (terang)” [3]
Dzikir pada waktu pagi
1. “Ya Allah, hanya dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore, hanya dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati, dan hanya kepada-Mulah kembali (mahluk setelah dibangkitkan)”. [4]
2. “Pada waktu pagi kami berada diatas fitrah Islam, kalimat ikhlas (dua kalimat syahadat), agama nabi kami Muhammad ﷺ dan agama ayah kami Ibrahim عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ, yang hanif (yang lurus), muslim (tunduk patuh), dan dia tidak tergolong orang-orang musyrik”. [5]
3. “Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada illah (yang berhak di ibadahi dengan benar) selain Allah Yang Maha Esa, yang tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb-ku, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan keburukan di hari tua. Wahai Rabb-ku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur”. [6]
Membaca Sayyidul Istighfar
4. “Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tiada illah (yang berhak di-ibadahi dengan benar) kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku (yakin) dengan janji-Mu dan aku akan setia pada perjanjianku kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan (apa) yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu (yang telah diberikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Dan sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau”. [7]
5. “Ya Allah, selamatkan tubuh-ku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan penglihatanku, tiada illah (yang berhak di ibadahi dengan benar) kecuali Engkau. Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada illah (yang berhak di ibadahi dengan benar) kecuali Engkau”. [8]
6. “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon maaf (ampunan) dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah sesungguhnya aku mohon maaf (ampunan) dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan harta bendaku. Ya Allah tutupilah auratku (aib ataupun sesuatu yang tidak layak di lihat orang lain) dan tentramkanlah aku dari rasa takut, Ya Allah, peliharalah aku dari arah depan, belakang, kanan dan kiri serta dari atasku. Dan aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (yakni aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi)”. [9]
7. “Ya Allah, Yang Maha Mengetahui sesuatu yang ghaib dan yang nyata. Wahai Rab Pencipta langit dan bumi, Rab segala sesuatu yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tiada illah (yang berhak di ibadahi dengan benar) kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, kejahatan syaitan dan ajakannya menyekutukan Allah, dan (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat keburukan atas diriku atau mendorong seorang muslim padanya (berbuat keburukan tersebut)”. [10]
8. “Dengan menyebut nama Allah yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakan baik yang di bumi maupun di langit. Dialah Yang Maha Mendengar dan Yang Maha Mengetahui”. [11]
9. “Aku ridho (rela) Allah sebagai Rabb-(ku), Islam sebagai agama-(ku) dan Muhammad ﷺ sebagai nabi-(ku)”. [12]
10. “Wahai (Rabb) Yang Maha Hidup, Yang Maha Berdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala keadaan dan urusanku, jangan Engkau serahkan aku kepada diriku meski sekejap mata sekalipun (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu)”. [13]
11. “Tidak ada illah (yang berhak di ibadahi dengan benar) selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”. [14] atau [15] dan boleh juga [16]
12. “Maha Suci Allah, dan aku memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, dan Maha Suci Allah sesuai keridhaan-Nya, dan Maha Suci Allah seberat timbangan ‘Arasy-Nya dan Maha Suci Allah sebanyak tinta (yang menulis) kalimat-Nya”. [17]
13. “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezki yang halal dan amalan yang diterima”. [18]
14. “Maha Suci Allah dan aku memuji-Nya”. [19]
15. “Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya”. [20]
أَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
16. ”Allah, tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) selain Dia, Yang Maha Hidup, yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang ada dihadapan mereka dan dibelakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui sesuatu apapun tentang ilmu-Nya, melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”. [21]
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
“Katakanlah (Muhammad), Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia”. [22]
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
“Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Rabb Yang menguasai Shubuh (fajr) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya). Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki‘”. [23]
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
”Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb-Nya manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia’”. [24]
Footnote
[1]
[2] Lihat penjelasan Imam Ibnul Qayyim dalam Kitab Shahiih al-Waabilish Shayyib (hal. 165-166).
[3]
[4]
[5]
[6]
[7]
[8]
[9]
[10] Rasulullah ﷺ telah bersabda kepada Abu Bakar ash-Shidiq رَضيَ اللهُ عَنْهُ:
[11]
[12]
[13]
[14]
[15]
[16]
[17]
[18]
[19]
[20]
[21] Nabi ﷺ bersabda:
[22]
[23] ibid
[24]
Posting Komentar