Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang
Dari Anas bin Malik رَضيَ اللهُ عَنْهُ ia berkata: “Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari mulai shalat Shubuh sampai terbit matahari lebih aku sukai dari memerdekakan empat orang budak dari anak Isma’il. Dan aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari mulai shalat ‘Ashar sampai terbenam matahari lebih aku cintai dari memerdekakan empat orang budak.” [1]
Imam Ibnu Qayyim رَحِمَهُ ٱللَّٰهُ berkata: “Waktunya yaitu antara Shubuh hingga terbit matahari, dan antara ‘Ashar hingga terbenam matahari.”
Dalil dari al-Qur-an tentang Dzikir Pagi dan Petang
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اذْكُرُوْا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا ﴿٤١﴾ وَسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا ﴿٤٢﴾ [الأحزاب: ٤١-٤٢]
“Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah kepada Allah, dengan mengingat ( nama-Nya) sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab [33]: 41-42)
Al-Jauhari (seorang ahli bahasa Arab) berkata: (أَصِيلاً) artinya, waktu antara ‘Ashar sampai Maghrib.”
فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ [غافر: ٥٥]
“Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Rabb-mu pada waktu petang dan pagi.” (QS. Al-Mu’min [40]: 55)
(الْإِبْكَار) artinya, awal siang hari, sedangkan (الْعَشِيُّ) artinya, akhir siang hari.
Allah ﷻ berfirman:
فَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُوْنَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ [ق: ٣٩]
“Maka bersabarlah engkau (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam”. (QS. Qaaf [50]: 39)
Ini merupakan penafsiran dari apa yang disebutkan dalam beberapa hadits Rasulullah ﷺ, bahwa siapa yang mengucapkan begini dan begitu pada pagi dan petang hari…, maksudnya adalah sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, yaitu memulai amalan ini sesudah shalat Shubuh dan sesudah shalat Ashar. [2]
Keutamaan duduk berdzikir sesudah shalat subuh sampai terbit matahari
Jabir bin Samurah رَضيَ اللهُ عَنْهُ berkata:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا صَلَّى الفَجْرَ جَلَسَ فِي مُصَلَّاهُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَسَنًا
“Bahwasanya Nabi ﷺ jika telah selesai shalat Subuh, beliau duduk (berdzikir) di tempat shalatnya sampai matahari terbit agak tinggi (terang)” [3]
Dzikir pada waktu pagi
اَللّٰهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ
1. “Ya Allah, hanya dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore, hanya dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati, dan hanya kepada-Mulah kembali (mahluk setelah dibangkitkan)”. Dibaca 1x [4]
أَصْبَحْنَا عَلىَ فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ، وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلىَ مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفاً مُسْلِماً، وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
2. “Pada waktu pagi kami berada diatas fitrah Islam, kalimat ikhlas (dua kalimat syahadat), agama nabi kami Muhammad ﷺ dan agama ayah kami Ibrahim عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ, yang hanif (yang lurus), muslim (tunduk patuh), dan dia tidak tergolong orang-orang musyrik”. Dibaca 1x [5]
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُلِلَّهِ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذَا اْليَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذَا الْيَوْمِ وَشَـرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ، وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فيِ النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
3. “Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada illah (yang berhak di ibadahi dengan benar) selain Allah Yang Maha Esa, yang tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb-ku, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan keburukan di hari tua. Wahai Rabb-ku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur”. Dibaca 1x [6]
Membaca Sayyidul Istighfar
اللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ، فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
4. “Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tiada illah (yang berhak di-ibadahi dengan benar) kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku (yakin) dengan janji-Mu dan aku akan setia pada perjanjianku kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan (apa) yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu (yang telah diberikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Dan sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau”. [7]
اَللّٰهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللّٰهُمَّ عَافِنيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللّٰهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لَا إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِوَالْفَقْرِ، اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مـِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ
5. “Ya Allah, selamatkan tubuh-ku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan penglihatanku, tiada illah (yang berhak di ibadahi dengan benar) kecuali Engkau. Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada illah (yang berhak di ibadahi dengan benar) kecuali Engkau”. Dibaca 3x [8]
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ، وَدُنْيَايَ، وَأَهْلِيْ، وَمَالِيْ، اَللّٰهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ، وَآمِنْ رَوْعَاتِيْ، اَللّٰهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ، وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ
6. “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon maaf (ampunan) dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah sesungguhnya aku mohon maaf (ampunan) dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan harta bendaku. Ya Allah tutupilah auratku (aib ataupun sesuatu yang tidak layak di lihat orang lain) dan tentramkanlah aku dari rasa takut, Ya Allah, peliharalah aku dari arah depan, belakang, kanan dan kiri serta dari atasku. Dan aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (yakni aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi)”. Dibaca 1x [9]
اَللّٰهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، فَاطِرَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْأً، أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
7. “Ya Allah, Yang Maha Mengetahui sesuatu yang ghaib dan yang nyata. Wahai Rab Pencipta langit dan bumi, Rab segala sesuatu yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tiada illah (yang berhak di ibadahi dengan benar) kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, kejahatan syaitan dan ajakannya menyekutukan Allah, dan (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat keburukan atas diriku atau mendorong seorang muslim padanya (berbuat keburukan tersebut)”. Dibaca 1x [10]
بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ، وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
8. “Dengan menyebut nama Allah yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakan baik yang di bumi maupun di langit. Dialah Yang Maha Mendengar dan Yang Maha Mengetahui”. Dibaca 3x [11]
رَضِيْتُ بِاللّٰهِ رَبـاًّ، وَبِاْلإِسْلَامِ دِيْنـًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيـًّا
9. “Aku ridho (rela) Allah sebagai Rabb-(ku), Islam sebagai agama-(ku) dan Muhammad ﷺ sebagai nabi-(ku)”. Dibaca 3x [12]
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ؛ أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ
10. “Wahai (Rabb) Yang Maha Hidup, Yang Maha Berdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala keadaan dan urusanku, jangan Engkau serahkan aku kepada diriku meski sekejap mata sekalipun (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu)”. Dibaca 1x [13]
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَـرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
11. “Tidak ada illah (yang berhak di ibadahi dengan benar) selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”. Dibaca 1x [14] atau Dibaca 10x [15] dan boleh juga dibaca 100x pada pagi dan sore [16]
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
12. “Maha Suci Allah, dan aku memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, dan Maha Suci Allah sesuai keridhaan-Nya, dan Maha Suci Allah seberat timbangan ‘Arasy-Nya dan Maha Suci Allah sebanyak tinta (yang menulis) kalimat-Nya”. Dibaca 3x [17]
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
13. “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezki yang halal dan amalan yang diterima”. Dibaca 1x [18]
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
14. “Maha Suci Allah dan aku memuji-Nya”. Dibaca 100x [19]
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
15. “Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya”. Dibaca setiap hari 100x, dan boleh juga dibaca pada waktu pagi atau waktu sore [20]
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ ﴿٢٥٥﴾ [البقرة: ٢٥٥]
16. ”Allah, tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) selain Dia, Yang Maha Hidup, yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang ada dihadapan mereka dan dibelakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui sesuatu apapun tentang ilmu-Nya, melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”. Dibaca 1x [21]
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ﴿٤﴾ [الإخلاص: ١-٤]
“Katakanlah (Muhammad), Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia”. Dibaca 3x [22]
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ﴿١﴾ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ﴿٢﴾ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ﴿٣﴾ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ﴿٤﴾ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ﴿٥﴾ [الفلق: ١-٥]
“Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Rabb Yang menguasai Shubuh (fajr) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya). Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki‘”. Dibaca 3x [23]
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ﴿١﴾ مَلِكِ النَّاسِ﴿٢﴾ إِلَهِ النَّاسِ﴿٣﴾ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ﴿٤﴾ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ﴿٥﴾ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ﴿٦﴾ [الناس: ١-٦]
”Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb-Nya manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia’”. Dibaca 3x [24]
Footnote
Disclaimer: Lafadz do'a/dzikir dalam artikel ini saya tulis dengan hati-hati agar tidak terjadi kesalahan penulisan (huruf/harokat). Apabila pembaca masih menemukan kesalahan, mohon memberitahu admin. Semoga Allah ﷻ memberikan taufiq, hidayah dan barokahnya kepada kita semua.
Referensi: Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas Rahimahullah. (2022). Dzikir Pagi Petang dan Sesudah Shalat Fardhu Menurut Al Qur'an dan As-Sunnah yang Shahih. Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi`i.
[1] Hasan: HR.Abu Dawud (no. 3667) lihat Silsilah al-ahadits ash-Shahihah (no. 2916) dan Hidayatur Ruwah (no. 930).
[2] Lihat penjelasan Imam Ibnul Qayyim dalam Kitab Shahiih al-Waabilish Shayyib (hal. 165-166).
[3] Shahih: HR. Muslim (no. 670 [287], at-Tirmidzi (no. 585), Abu Dawud (no.1294 dan 4850) dan Ahmad (V/107).
[4] Shahih: HR. Al Bukhari dalam adabul Mufrad (no. 1199)-Lafadz ini miliknya- Abu Dawud (no. 5068), at-Tirmidzi (no. 3391), Ibnu Majah (no. 3868), dan Ahmad (II/354) dari Abu Hurairah رَضيَ اللهُ عَنْهُ. Lihat Shahih al-Adabil Mufrad (no. 915) dan Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah (no. 262).
[5] Shahih: HR. Ahmad: (III/406-407), ad-Darimi (II/292), Ibnu Sunni dalam ‘Amalul Yaumi wallailati (no. 34) dari Abdurrahman bin Abi Abza رَضيَ اللهُ عَنْهُ. Lihat Shahih al-Jami`ish Shaghir (no. 4674).
[6] Shahih: HR. Muslim (no. 2723), Abu Dawud (no. 5071), at-Tirmidzi (no. 3390) dari Abdullah bin Mas'ud رَضيَ اللهُ عَنْهُ.
[7] "Barang siapa membacanya dengan yakin pada waktu pagi lalu meninggal sebelum masuk sore, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa membacanya dengan yakin pada waktu sore lalu meninggal sebelum masuk pagi, maka ia termasuk penghuni surga". Shahih: HR. Al Bukhari (no. 6306, 6323), Ahmad (IV/122,125),dan an-Nasai (VIII/279-280) dari Syaddad bin Aus رَضيَ اللهُ عَنْهُ.
[8] Hasan: HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad (no. 701), Abu Dawud (no. 5090), dan Ahmad (V/42) dari Abu Bakrah رَضيَ اللهُ عَنْهُ. Lihat kitab Shahih al-adabil Mufrod (no. 542).
[9] Shahih: HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad (no. 1200), Abu Dawud (no. 5074), an-Nasai dalam ‘Amalul yaumi wallailati (no. 571), ibnu Majah (no. 3871), dan Al Hakim (I/517-518) dari Abdullah bin Umar رَضِيَ ٱللَّٰهُ عَنْهُمَا. Lihat kitab Shahih al-adabil Mufrod (no. 916) tambahan الْعَفْوَ yang pertama terdapat dalam riwayat Ibnu Majah.
[10] Rasulullah ﷺ telah bersabda kepada Abu Bakar ash-Shidiq رَضيَ اللهُ عَنْهُ: "Ucapkankan (dzikir ini) pada pagi dan sore hari serta ketika kamu hendak tidur". Shahih: HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad (no. 1202 dan no. 1204), Abu Dawud (no. 5067), at-Tirmidzi (no. 3392) dan Ahmad (II/297). Lihat kitab Shahih al-adabil Mufrod (no. 917, 918) dan Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah (no. 2753 dan 2763).
[11] “Barangsiapa membacanya tiga kali pada pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatupun yang membahayakan dirinya”. Hasan Shahih: HR. Abu Dawud (no. 5088), at-Titmidzi (no. 3388), Ibnu Majah (no.3869), al Hakim (I/514) dan Ahmad (no. 446, 474)-Tahqiq Ahmad Syakir- dari Utsman bin Affan رَضيَ اللهُ عَنْهُ. Lihat kitab Shahih al-adabil Mufrod (no. 514) dan Shahih at-Targhib wat Tarhib (I/413, no. 655).
[12] “Barangsiapa membacanya tiga kali saat pagi dan sore hari, maka Allah memberikan keridoaan-Nya kepadanya pada hari kiamat”. Hasan: HR. Ahmad (IV/337), Abu Dawud (no. 5072), Ibnu Majah (no. 3870), an-Nasa’i dalam Amalulyaumi Wallailati (no. 4 dan 570), Ibnu Sunni dalam Amalulyaumi Wallailati (no. 68), di shahihka oleh al Hakim dalam al mustadrak (I/518) dan disetujui oleh adz-Dzahabi. Lihat Mausu`ah Musnadil imam Ahmad (XXXI/302-303 no. 18967, 18968) dikatakan oleh pentahqiqnya shahih lighairihi dan lihat Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah (no. 2686).
[13] Hasan: HR. an-Nasai dalam Amalulyaumi Wallailati (no. 575), Ibnu Sunni dalam Amalulyaumi Wallailati (no. 48), dan al Hakim (I/545) dari Anas bin Malik رَضيَ اللهُ عَنْهُ. lihat Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah (no. 227).
[14] Shahih: HR. Abu Dawud (no. 5077), Ibnu Majah (no. 3867) dari abu Ayyazy az-Zuraqi رَضيَ اللهُ عَنْهُ. Lihat Shahih al-Jami`ish Shaghir (no.6418) dan Shahih at-Targhib (I/414, no. 656).
[15] Shahih: HR. Nasa’i dalam Amalulyaumi wallailati (no. 24), Ahmad (V/420) dari Ayub al-Anshari رَضيَ اللهُ عَنْهُ. lihat Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah (no. 113, 114) dan Shahih at-Targhib wa Tarhib (I/416, no. 660).
[16] “Barangsiapa membacanya 100x dalam sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis baginya seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, dia akan dilindungi dari gangguan syaitan pada hari itu hingga sore harinya, tidaklah seorangpun mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali dia melakukan yang lebih bayak lagi dari amalan itu”. Shahih: HR. Al Bukhari (no. 3292, 6403), Muslim (no. 2691 [28]), at-Tirmidzi (no. 3468), Ibnu Majah (no. 3798) dari Abu Hurairah رَضيَ اللهُ عَنْهُ. Penjelasan: Dalam riwayat an-Nasai (no. 580)-Amalulyaumi wallailati- serta ibnu Sunni (no. 75) dari Amr bin Syu'aib dari ayahnya, dari kakeknya yakni dengan lafadz: “Barangsiapa membacanya 100x pada pagi hari dan 100x pada sore hari ...” Jadi, dzikir tersebut dibaca 100x pada waktu pagi dan 100x pada waktu sore. Lihatlah Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah (no. 2762).
[17] Shahih: HR. Muslim (no. 2726)-syarah Muslim (XVII/44) dari Juwairiyah binti al Harits رَضِيَ ٱللَّٰهُ عَنْهَا.
[18] Shahih: HR. Ibnu Majah (no. 925), Ibnu Sunni dalam ‘Amalulyaumi wallailati (no. 54, 110) dan Ahmad (VI/322) dari Ummu Salamah رَضِيَ ٱللَّٰهُ عَنْهَا.
[19] Shahih: HR. Muslim (no. 2691, 2692) dari Abu Hurairah رَضيَ اللهُ عَنْهُ. Lihat syarah Muslim (XVII/17-18), Shahih at-Targhib wa Tarhib (I/413, no. 653). Jumlah yang terbanyak dari dzikir Nabi ﷺ adalah 100 pada pagi dan 100 pada waktu sore. Adapun riwayat yang menyebutkan jumlahnya 1000 kali adalah munkar, karena haditsnya dha'if. Lihat Silsilah al-Ahadits adh-Dha'ifah (no. 5296).
[20] Shahih: HR> Al Bukhari (no. 6307)-Fat-hul Bari (XI/101)- dan Muslim (no. 2702).
[21] Nabi ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang membaca ayat ini ketika pagi hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga sore hari. Dan barangsiapa membacanya di sore hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga pagi hari.” Shahih: HR. Al-Hakim (I/562), Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib (I/418 no. 662).
[22] Hasan Shahih: HR. Abu Dawud (no. 5082), an-Nasa-i (VIII/250) dan at-Tirmidzi (no. 3575), Ahmad (V/312), Shahiih at-Tirmidzi (no. 2829), Tuhfatul Ahwadzi (no. 3646), Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib (I/411 no. 649).
[23] ibid
[24] “Barangsiapa membaca ketiga surat tersebut setiap pagi dan sore hari sebanyak tiga kali, maka (ketiga surat ini) sudah cukup baginya dari segala sesuatu”. Yakni mencegahnya dari berbagai kejahatan/keburukan. Hasan Shahih: HR. Abu Dawud (no. 5082), at-Tirmidzi (no. 3575), an-Nasai (VIII/250) dan Ahmad (V/312), dari Abdullah bin Khubaib رَضيَ اللهُ عَنْهُ. at-Tirmidzi berkata: Hadits ini hasan shahih.
Posting Komentar