Do'a Shalat Istikharah

Daftar Isi
Doa Shalat Istikharah

Bacaan Do'a Shalat Istikharah

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ، اَللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْــرَ (وَيُسَمِّيْ حَاجَتَهُ) خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ (أَوْ قَالَ: عَاجِلِ أَمْرِيْ وَآجِلِهِ) فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ (أَوْقَالَ: عَاجِلِ أَمْرِيْ وَآجِلِهِ) فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ

“Ya Allah, sungguh aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu pengetahuan-Mu, dan aku mohon kekuatan kepada-Mu (untuk mengatasi masalahku) dengan ke-Maha Kuasaan-Mu. Aku mohon sesuatu dari anugerah-Mu yang Maha Agung, sungguh Engkau Yang Maha Kuasa, sedang aku tidak berkuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahui dan Engkau Maha Mengetahui perihal yang ghaib. Ya Allah apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (disebutkan masalahnya) lebih baik didalam agamaku, penghidupanku, dan akibatnya terhadap diriku –atau Rasulullah ﷺ bersabda: “di dunia atau di akhirat“- maka takdirkanlah ia untukku, mudahkan-lah jalannya, lantas berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini akan membawa keburukan dalam agamaku, penghidupanku dan akibatnya kepada diriku, -atau Rasulullah ﷺ bersabda: “di dunia atau di akhirat“- maka singkirkanlah urusan tersebut dan jauhkan aku darinya, maka takdirkan bagi diriku kebaikan dimana saja kebaikan itu berada, kemudian jadikanlah aku bersikap ridha dalam menerimanya“ [1]

Tidak akan menyesal seorang hamba yang beristikharah kepada al-Khaliq (Allah ﷻ), dan bermusyawarah dengan orang-orang mukmin dan berhati-hati dalam menangani persoalan dirinya.

Allah ﷻ berfirman:

وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“... Dan bermusyawarahlah dengan mereka (para shahabat) dalam urusan itu. Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkal-lah kepada Allah, sungguh Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal”. (QS. Ali Imran: 159)


Tentang Shalat Istikharah [2]

- Shalat istikharah hukumnya sunnah.

- Boleh shalat istikharah kapan waktu, siang ataupun malam hari, setelah atau sebelumnya shalat wajib.

- Doa shalat istikharah dilakukan setelah shalat istikharah.

- Boleh membaca apa saja setelah Al Fatihah karena tidak terdapat dalil yang menetapkan bacaan surah tertentu.

- Tidak ada keterangan bahwa seseorang apabila sudah shalat akan bermimpi, melihat sesuatu, atau lapang dadanya.

- Yang jelas bahwa istikharah adalah ibadah, ibadah harus ikhlas dan sesuai dengan contoh Rasulullah ﷺ. Istikharah termasuk dzikir kepada Allah ﷻ, dan dzikir kepda Allah akan membuat hati pelakunya menjadi tenang dan tentram.

- Seorang muslim harus ridha dengan qadha dan qadar (takdir) Allah, dan apa yang diperoleh insyaa-Allah itu yang terbaik untuknya.

- Yang harus diperhatikan dalam shalat istikharah adalah apa yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya رَضِيَ ٱللَّٰهُ عَنْهُمْ. Mereka adalah sebaik-baik manusia yang paling paham maksud syariat.

- Shalat istikharah cukup dilakukan sekali sesuai dengan hajat yang dibutuhkan seorang muslim. Adapun mengerjakan ibadah tersebut berulang kali sampai tujuh kali misalnya, ini tidak ada contohnya.


Footnote

Disclaimer: Lafadz do'a/dzikir dalam artikel ini saya tulis dengan hati-hati agar tidak terjadi kesalahan penulisan (huruf/harokat). Apabila pembaca masih menemukan kesalahan, mohon memberitahu admin. Semoga Allah ﷻ memberikan taufiq, hidayah dan barokahnya kepada kita semua.

Referensi: Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas Rahimahullah. (2025). Kumpulan Do'a dari al Qur’an dan as- Sunnah yang Shahih. Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi`i.

[1] Shahih: HR. Al Bukhari (no. 1162,6382, 7390), Abu Dawud (no. 1538), At-Tirmidzi (no.480), an-Nasai (VI/80-81), Ibnu Majah (no. 1383)

[2] Lihat kitab Fiqhud Dua karya syaikh Musthafa al-Adawi (hlm. 165-171, cetakan pertama, tahun 1422 H, terbitan Maktabah al-Maurid); Hadits Shalatil Istikharah Riwayatan wa Dirayatan karya Dr. Ashim Abdullah al-Qaryuti (cetakan pertama, tahun 1417 H, terbitan Jami'ah al-Islmaiyyah-Madinah); dan kitab al-Qaulul Mubin fi Akhtha-il Mushallin (hlm. 394).

9 komentar

Kang Ismet
29/1/26 11:27 Hapus
جزاك الله خيرًا
504note
29/1/26 18:03 Hapus
وإيّاكم وبارك اللّه فيكم
Kang Ismet
30/1/26 06:29 Hapus
Mohon maaf ada salah penulisan baris ke-2 "Anna..." kelebihan nun dan baris ke-4 ""al-amro" kelebihan mim..
504note
30/1/26 12:44 Hapus
Alhamdulillah sudah diingatkan dan dibantu koreksi, terimakasih banyak atas bantuannya 🙏, jazaakallahu khoiron wa barokallahufik
504note
31/1/26 22:13 Hapus
Alhamdulillah sudah diedit/direvisi ulang do'a diatas dan sudah benar harokat dan hurufnya.
Kang Ismet
3/2/26 08:44 Hapus
alhamdulillah semoga bermanfaat, btw arabickeyboard sudah saya tambah fungsi
504note
3/2/26 11:09 Hapus
alhamdulillah, terimakasih. semoga karya kangismet arabickeyboard dll semakin bermanfaat dan barokah untuk umat. jazaakallahu khoiron wa barokallahufik
Kang Ismet
3/2/26 14:03 Hapus
Amin Ya Rabbal "alamiin... btw kapan update artikel lagi nih :)
504note
3/2/26 14:44 Hapus
Update artikel kalau pas longgar kang insyaa-Allah. Semoga Allah Ta'alaa berikan taufiq kepada kita untuk senantiasa tertarik dan greget berbuat kebaikan & memberikan manfaat untuk orang lain.